RSS

Evaluasi Diri (Self Assessment) pada Perguruan Tinggi

28 Mei
Evaluasi Diri (Self Assessment) pada Perguruan Tinggi

Rencana pengembangan suatu institusi pendidikan didasari pada hasil evaluasi diri yang dilakukan secara komprehensif, terstruktur, dan sistematis. Pedoman evaluasi diri digunakan untuk memahami dengan baik kesehatan organisasi (organization health), termasuk mutu dan kondisi institusi saat ini (Institution Quality Condition at Present/IQCAP), yang kemudian akan digunakan sebagai landasan institusi untuk menentukan kondisi dan mutu di masa yang akan datang (Institution Quality and Condition At Future/IQCAF). Pemahaman atas IQCAP dan IQCAF didasari atas 6 kriterial yang disingkat “L-RAISE”, yaitu: Leaderhip and Institution Commitment (Kepemimpinan dan Komitmen institusi); Relevance (Relevansi); Academic Athmosphere (Suasana Akademik); Internal Management and Organization (Manajemen Internal dan Organisasi); Sustainability (Keberlanjutan); Efficiency and Productivity (Efisiensi dan Produktifitas).

Sebagai suatu pedoman pelaksanaan evaluasi diri, RAISE dilakukan untuk mengantisipasi dan mengharapkan kondisi pengembangan sebagai berikut:

Kualitas dan Kondisi Institusi

Penjelasan gambar di atas:

  1. Institusi yang berkembang dengan perencanaan yang tidak didasarkan atas evaluasi diri.
  2. Institusi yang berkembang dengan perencanaan yang didasari atas evaluasi diri dan dengan memiliki sumberdaya yang dimiliki.
  3. Institusi yang berkembang dengan perencanaan yang didasarkan atas hasil evaluasi diri dan hibah yang didapatkan dari luar institusi (pemerintah, yayasan, masyarakat, dsb)

Bentuk evaluasi tersebut dimodelkan melalui pencapaian sasaran (congruency model), yang merupakan proses kuantifikasi (pengukuran secara kuantitatif) yang membandingkan prestasi yang telah dicapai dengan tujuan yang diinginkan. Penggunaan model tersebut didasari atas penentuan tujuan/sasaran yang jelas dan terkait erat dengan penetapan “kebutuhan minimum yang harus dipenuhi (Minimum Necessary Requirement / MNR). Penetapan MNR mulai dari fase masukan/input, proses, dan luaran/output akan menjadi target evaluasi.  Skematik evaluasi berdasarkan pencapaikan sasaran dimodelkan sebagai berikut:

skematik evaluasi berdasarkan pencapaian sasaran

Beberapa parameter Indikator Kinerja dan Kualitas harus diukur dan dapat menunjukkan kesehatan organisasi (organization health) seperti: akuntabilitas, kemampuan inovatif dalam konteks menjaga keberlangsungan institusi dan kualitas yang telah diraihnya, dan suasana akademis. Indikator tersebut adalah:

1.       Efisiensi, merupakan kesesuaian antara masukan (termasuk sumberdya) dengan proses yang dilaksanakan. Tingkatan efisiensi dapat diperlihatkan dengan bagaimana peran dan kinerja manajemen dalam pelaksanaan proses tersebut. Pada aktivitas institusi pendidikan, pengukuran hanya dapat dilakukan jika adanya standardisasi proses yang dilakukan.

2.       Produktivitas, diperlihatkan melalui perbandingan jumlah luaran yang dihasilkan dari sauatu proses dengan memanfaatkan sumberdaya dengan standard tertentu. Adanya perubahan proses akan mempengaruhi tingkat produktivitas.

3.       Efektivitas, tingkatannya diperlihatkan dengan membandingkan tujuan dengan hasil dari proses (termasuk dampak yang dihasilkan). Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah penetapan tujuan dan sasaran yang sifatnya kuantitatif.

4.       Akuntabilitas, merupakan tingkat pertanggungjawaban yang menyangkut bagaimana sumberdaya yang diterima oleh institusi pendidikan tersebut dimanfaatkan dalam upaya dan kegiatan untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Bentuk pertanggungjawaban menyangkut tingkat efisiensi terhadap kesesuaiannya dengan norma dan peraturan yang berlaku secara umum.

5.       Kemampuan inovatif, merupakan tingkat fleksibilitas institusi pendidikan ataupun programnya untuk bereaksi terhadap perubahan sosial dalam masyarakat, yang pada intinya adalah penerimaan kehadiran institusi tersebut oleh masyarakat.

6.       Suasana akademik, diartikan sebagai tingkat kepuasanan dan motifasi dari sivitas akademi dalam menyelesaikan tugasnya untuk mencapai tujuan institusi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: menciptakan cara dan suasana kerja yang didasari atas keterbukaan, kejelasan, dan saling pengertian.

Kesehatan organisasi (organization health), termasuk didalamnya akuntabilitas, kemampuan inovasi dan kemampuan memelihara system, dapat ditemukan jika dilakukan penelitian (survey) dengan mewawancarai jajaran manajemen dan staff akademik guna melacak kondisi: Hubungan antar individu, Kesadaran mencapai hasil, Manajemen system, Suasana kerja, dan Kesadaran untuk meningkatkan mutu.

RAISE sebagai salah satu metoda “evaluasi diri”

Pada prinsipnya metoda ini merupakan isu strategis untuk menjaga keberlangsungan dan pengembangan institusi pendidikan tinggi, sehingga apabila metoda tersebut tidak diperhatikan, tidak ditangani dengan baik dan diabaikan maka keadaan dan kinerja institusi pendidikan tinggi tersebut akan menurun, bahkan terancam keberadaannya. Penggunaan RAISE untuk menilai program pendidikan di Institusi Pendidikan Tinggi sudah dimulai sejak 1995. Hubungan secara skematis diantara pola manajemen pendidikan tinggi dengan RAISE sbb:

skematik manajemen pendidikan tinggi VS "RAISE"

Melalui gambar di atas, maka komponen RAISE dijelaskan sbb:

  1. Relevansi (Relevance). Relevansi menunjukkan tingkat sensitivitas institusi pendidikan tinggi terhadap lingkungan dimana institusi tersebut berada.  Untuk program pendidikan, relevansi ditinjau dari dua sisi sbb: Sisi mutu lulusan, dan Keterserapan lulusan tersebut pada segmen dunia kerja yang menjadi target. Untuk mendapatkan data dan informasi yang terkait dengan tingkat relevansi, maka perlu dilakukan: Pemantauan secara berkesinambungan lulusan melalui tracer study, dan Membangun hubungan yang erat dan berkesinambungan dengan pengguna lulusan (employer) seperti industri, pengusaha, dan pemerintah.
  2. Suasana Akademik (Academic Atmosphere).Suasana akademik yang kondusif merupakan persyaratan mutlak untuk terjadinya suatu interksi antara dosen dan mahasiswa, sesama dosen, dan sesama mahasiswa. Khusus untuk pendidikan jalur professional (Politeknik dan Akademi), hal tersebut ditandai dengan kedisiplinan para sivitas akademika dalam mengikuti prosedur baku operasi (SOP) yang telah ditetapkan seperti penerapan  K3.
  3. Manajemen Internal & Organisasi (Internal Management & Organization)Komitmen untuk meningkatkannya mengarah kepada suatu penyelenggaraan program pendidikan yang efektif dan efisien, termasuk diantaranya: Upaya peningkitan kinerja dan motivasi di kalangan staff, Pembenahan sistem perencanaan dan penganggaran yang mencerminkan prioritas, Pengembangan sistem dan mekanisme pengawasan internal dan evaluasi, Sistem prosedur dan pengambilan keputusan yang efisien, Pengurangan birokrasi, serta Kiat-kiat yang menjamin terjadinya pengelolaan institusi yang transparan dan pemanfaatnan sumberdaya yang efektif dan efisien.
  4. Keberlanjutan (Sustainability).Salah satu isu strategis dalam pengembangan institusi pendidikan, pada dasarnya terdiri atas tiga hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu: Aspek keberlanjutan yang menjamin eksistensi institusi (dana operasional yang berhasil didapatkan melalui berbagai sumber), Aspek keberlanjutan yang menjamin tingkat kualitas yang telah dicapai melalui program pengembangannya (seberapa banyak good practice yang diadopsi untuk dilaksanakan pada pelaksanaan kegiatan yang sifatnya rutin dan berkesinambungan), dan Aspek keberlanjutan atas sumberdaya yang telah diadakan / invested resources (usaha yang dilakukan oleh institusi tersebut dalam memelihara dan mempertahankan sumberdaya).
  5. Efisiensi dan Produktivitas (Efficiency and Productivity).Beberapa aspek yang terkait adalah: Penyelesaian program akademik yang tepat waktu, masa studi yang tepat waktu dengan kurikulum, minimalisasi angka drop-out, dan peningkatan kualitas mahasiswa baru. Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya (cost conciousness) menyangkut sumberdaya manusia (staff FTE, rasio dosen mahasiswa), sumber daya fisik (tingkat utilisasi ruangan dan peralatan), maupun sumberdaya uang (penekanan unit cost), merupakan aspek yang sangat relevan dengan efisiensi.

Apapun tujuannya, maka pola implementasi dari proses evaluasi yang tepat harus diikuti karena:

 “Evaluasi adalah upaya sistematik untuk menghimpun dan mengolah data (fakta dan informasi) yang handal dan shahih, darimana dapat disimpulkan kenyataan, yang dapat digunakan sebagai landasan tingkatan manajemen untuk mengelola kelangsungan lembaga atau program”.

Oleh karena itu, kemampuan untuk melaksanakan evaluasi adalah suatu faktor penting untuk semua institusi akademik dan program-program yang ada di dalam institusi tersebut. Tanpa kemampuan untuk melakukan evaluasi, tidak akan ada peningkatan kualitas yang dapat dicapai.

Soroako, 28-Mei-2010

Duddy Arisandi

Akademi Teknik Soroako

Sumber:

Bagian 6: Panduan Penyusunan LAPORAN EVALUASI DIRI (Dirktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional 2004)

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2011 in Pendidikan, Sistem Pendidikan

 

Tag:

4 responses to “Evaluasi Diri (Self Assessment) pada Perguruan Tinggi

  1. maribelajarexcelbersama

    Juli 17, 2011 at 10:51 am

    Terima kasih untuk artikel anda. Salam sukses!

     
    • Duddy Arisandi

      Juli 21, 2011 at 10:02 am

      Terimakasih Bang Manuara, salam kenal dan sukses selalu

       
  2. YoeYoe' Drafter'z Ramadhan

    Oktober 21, 2011 at 11:04 am

    keren pak…bahan ajarnya sudah sangat lengkap….mohon di update yang terbaru pak…..🙂

     
    • Duddy Arisandi

      Oktober 21, 2011 at 10:01 pm

      Insyaallah, saya masih perlu beberapa waktu lagi untuk menyelesaikan scan prosesnya. Sukses selalu.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: